Cerita Dewasa Nikah Siri

 

Cerita Dewasa Nikah Siri - Diam-diam faham “Acengisasi” terlah merambah ke Pamekasan (Madura). Ny. Maryanti, 38, ketika dicurigai warga kumpul kebo dengan oknum polisi, ngakunya sudah nikah siri. Padahal ketika digerebek penduduk, nasibnya sungguh soro (sengsara, bahasa Surabaya – Red). Masalahnya, dia digiring Pak RT dan kemudian dipertemukan dengan suami dan keluarganya.

Kalau sudah berdalih “nikah siri”, agaknya semua masalah menjadi selesai begitu saja. Yang nikah siri beneran saja seperti Aceng Fikri Bupati Garut menjadi geger sejagad raya, apa lagi nikah siri sekedar dalih untuk membenarkan tindakannya. Ini kan sama saja pembohongan publik. Kepada warga berani berbohong, sedangkan mereka terus asyik masyuk di dalam sentong (kamar).

Rupanya Ny. Maryanti yang ngontrak di Perumahan Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan; juga berpendirian seperti itu. Saat sorot mata warga perumahan sangat mencurigai, tanpa ditanya dia sudah klarifikasi bahwa hubungannya dengan Peltu Syabudin, 48, sudah disahkan lewat perkawinan siri. Tentu saja “klarifikasi” ini menjadikan penduduk semakin curiga. Ketika dicek kebenarannya, ternyata Syahbudin – Maryanti asli praktisi kumpul kebo, jika tak mau dibilang selingkuh.

Pekerjaan sehari-hari Maryanti adalah pemilik salon. Dari profesi itu bisa ditebak, perempuan ini berwajah cantik. Dan memang benar, dia cukup cantik di kelasnya. Hanya disayangkan, suaminya bukan bekerja sebagai PNS atau pejabat, melainkan hanya sopir angkot  Pamekasan – Kamal. Hal ini menjadikan Maryanti tak punya kebanggaan sedikit pun atas suaminya. Maka kalau ditanya teman, suami kerja di mana, jawabnya halus: wira swasta!

Di kala kebanggaan pada suami makin tererosi, Maryanti berkenalan dengan anggota polisi Peltu Syahbudin. Jelas dua profesi yang njomplang sekali. Yang satu anggota bayangkara negara, yang satunya lagi suka ngetem di terminal bayangan. Gara-gara ini pula, Maryanti lalu tergoda untuk menaikkan status dan harga dirinya. “Dari pada jadi istri sopir angkot, mendingan jadi bini polisi yang PNS,” begitu kata batinnya berandai-andai.

Maryanti memang sudah kadung jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Karena cinta pula, dia jadi lupa atau tak peduli bahwa polisi itu sudah punya juga anak istri. Kalau terpaksa, dia siap menjadi bini kedua, baik itu secara nikah resmi maupun disiri. Biarpun nikah siri itu tak diakui negara, tapi yang penting kan sah di mata Tuhan. Ibarat naik kendaraan, nikah siri itu kan SIM juga meski tak ada stempelnya Kepolisian.

Peltu Syahbudin sendiri rupanya juga terkiwir-kiwir pada penampilan pemilik salon. Maka meski belum resmi – kawin siri sekalipun- keduanya lalu ngontrak rumah di perumahan Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Mereka datang ke sini secara priodik, karena sekedar untuk pangkalan asmara darurat. Bila sudah selesai “sporing balansing” dan “amplas platina”, keduanya kembali ke rumah masing-masing. Paling lucu, tanpa ditanya warga Ny. Maryati sudah bikin testimoni, “Saya sudah nikah siri dengan Mas Syahbudin kok.”

Hal ini menjadikan warga Larangan menjadi curiga, kemudian mengumpulkan data-data pendukung. Hasilnya, Syahbudin – Maryanti dipastikan hanyalah praktisi selingkuh. Istri oknum polisi itu kaget, lebih-lebih suami Maryanti. “Pantesan, setiap saya minta “jatah” istriku selalu banyak alasan, yang ngantuklah, yang capeklah.” Kata Sakino, 43, suami Maryanti.

Beberapa hari lalu Pak RT perumahan Larangan menggerebek pasangan mesum itu. Tentu saja oknum polisi ini kelabakan. Paling tidak, ketika ditanya kenapa membawa-bawa bini orang, Peltu Syahbudin gelagepan tak bisa menjawab. Kini dia malah sedang menjalani pemeriksaan di Polres Pamekasan. Jika tidak dipecat, kemungkinan penurunan pangkat di depan mata.
Cerita Dewasa Nikah Siri 4.5 5 Gadis Seksi Cerita Dewasa Nikah Siri - Diam-diam faham “Acengisasi” terlah merambah ke Pamekasan (Madura). Ny...